Forum KOAPGI
Board Index
>
Kritik ,Saran & Masukan
Saran dari Anggota pada RAT 2010
Welcome, Guest

Saran dari Anggota pada RAT 2010
Thumb Up Saran dari Anggota pada RAT 2010
by Administrator on Wednesday, 31.March 2010

Kepada Yth: Pengurus KOAPGI

Assalamualaikum WW
Menyikapi pelaksanaan RAT KOAPGI Ke VI Tanggal 25 Maret 2010 di Gedung Serba Guna GMF Cengkareng, sebetulnya pertanyaan akan di sampaikan di dalam acara tersebut akan tetapi waktu yang membatasi, saya mencoba menyampaikan lewat media ini , yang akan saya sampaikan ada beberapa masalah mudah-mudahan menjadi masukan yang baik dan saya yakin hal ini pernah dibahas di disampaikan anggota lain atau pengurus KOAPGI sendiri, masalahnya antara lain:

1. Tentang badan pengawas KOAPGI, para anggota didalam RAT sangat tidak setuju dalam hal pelaporan dari bada pengawas KOAPGI tersebut, yang saya pertanyakan adalah kemana badan Pembina dan Penasehat KOAPGI. Apakah Badan Penasehat dan Badan Pembina juga tidak aktif, seharusnya kedua badan tersebut juga bertanggung jawab terhadap kinerja Badan Pengawas. Apa yang pernah dilakukan oleh kedua badan tersebut, pernahkah menegur atau membina sesuai dengan fungsinya?

2. Tentang menurunnya ke-angotaan KOAPGI, disinyalir menurunnya juga terhadap laba yang didapatkan dengan bukti menurunya SHU yang diterima oleh para Anggota. Untuk menyikapi hal ini, saya telah membaca isi majalah KOAPGI yang beredar saat RAT, disana ditampilkan FORSIBI (Forum Sinergi Bisinis) saya tidak tahu persis apakah peserta dari FORSIBI ini adalah para anggota KOAPGI atau calon pengusaha yang direkomendasikan oleh anggota, disana tidak dijelaskan juga siapa yang telah berhasil.
Saya menitik beratkan terhadap menurunnya ke anggotaan KOAPGI hal ini perlu disikapi dengan serius, walaupun karyawan tersebut sudah pensiun, masih tetap menjadi anggota dengan syarat bahwa pensiunan tersebut terikat oleh kerjasama usaha seperti FORSIBI untuk itu perlu ada beberapa langkah usaha yang dilakukan oleh KOAPGI sebagai pengikat pensiunan tetap menjadi anggota KOAPGI diantaranya :
a. Selama ini karyawan yang akan pensiun akan mendapatkan pendidikan atau training wira usaha, akan tetapi dari beberapa rekan yang mengikuti training tersebut rata-rata tidak mendapatkan apa-apa karena training tersebut hanya dilakukan secara singkat dan tidak diarahkan kepada minat usaha yang dicita-citakan oleh karyawan tersebut ( training paksa). KOPERASI KOAPGI sebagai jembatan dan yang melaksanakan training tersebut, akan tetapi dilakukan lebih awal, mungkin satu tahun sebelum pensiun atau pada masa MPP (masa persiapan pensiun). Hal ini dilakukan secara intensive dan berkelanjutan dan diawasi. Sebagai contoh :
USAHA WARUNG
Banyak para pensiunan mencoba membuka warung di rumah atau di kios, akan tetapi mereka belum tahu cara mengelola warung dengan baik yang akhirnya bangkrut. Sebelum mereka membuka warung dibekali ilmu pengelolaan warung, diberi pinjaman modal, dipraktekan dan diawasi oleh Koperasi sampai mereka benar-benar bisa mandiri. Apabila hal ini dilakukan dengan serius sangat mungkin KOAPGI akan menjadi mitra berkelanjutan dan tidak akan kehilangan anggota. Dan banyak usaha-usaha lain yang akan mendorong karyawan lebih serius mengahadapi masa pensiun dengan harapan yang lebih baik dan lebih sejahtra dimasa pensiun.

b. Pembinaan bagi anggota peminat wira usaha, KOAPGI membuka training sekaligus bimbingan bagi anggota yang berminat wira usaha , dimulai dari wawancara keinginan jenis wira usaha sampai diketahui bahwa minat tersebut sangat serius dijalankan (KOAPGI dengan program khusus menjadi konsultan wira usaha bagi anggota atau keluaraganya)

c. Dengan Program tersebut penurunan keuntungan dan anggota akan dapat dihindari, karena mitra usaha jelas sekaligus menjadi anggota dan mungkin akan lebih besar memberikan keuntungan kepada KOAPGI.

3. Usaha lain yang mungkin dilakukan sesuai dengan Visi dan Misi Koperasi yaitu mensejahterakan anggotanya dan meingkatkan perekonomian masyarakat alinya. Sejalan dengan program pemerintah pada tahun 2014 menjadi SWASEMBADA DAGING SAPI, saya piker KOAPGI bias ikut serta dengan program pemerintah dimana ada pinjaman KUK dan lainnya yang membina beberapa petani disenergikan dengan program pembibnitan dan penggemukan sapi. Bahkan apabila KOAPGI dapat meng import sapi bakalan sebagai titik awal pembinaan masyarakat sangatlah baik, dimana para importir menjual sapi hidup dengan harga yang sangat tinggi tidak sesuai dengan harga daging yang sama-sama di import. Proteksi dari Negara peng export sapi, harga daging local tidak mampu menyaingi harga daging import yang sangat murah. Sehingga para petani ternak tidak dapat berkembang dengan baik, selalu terbentur dengan harga beli sapid an harga jual daging. Program tersebut saat ini sedang di lakukan oleh para peternak sapi nasional FPSI (forum peternak sapi Indonesia), saya sangat berharap demi kehidupan dan perkembangan ekonomi masyarakat juga mensukseskan program pemerintah, KOAPGI dapat berkiprah di program tersebut.
Sebelum saya mengahiri tulisan ini, saya mohon maaf bila tulisan ini kurang dimengerti atau tidak sepaham. Abaikan tulisan ini bila menggangu benak para pegurus, saya hanya mencoba memberikan apa yang ada dibenak saya selama ini, mungkin ide ini pernah dicoba atau disampaikan oleh anggota atau pengurus KOAPGI.
Demikian tulisan ini saya sampaikan, mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan

Wassalamualaikum

Adang Saeful Falah / 522522
Staff Quality Assurance & Improvement
SBU Garuda Cargo


Administrator

Administrator

KOAPGI - Newie
KOAPGI - Newie
Registered

Posts: 15

Joined Board
Tuesday, 25.November 2008
Last Visit
Wednesday, 16.May 2012
Offline User is Offline

View all users posts


Re: Saran dari Anggota pada RAT 2010
Post Re: Saran dari Anggota pada RAT 2010
by Administrator on Wednesday, 31.March 2010

Quote by Administrator:Kepada Yth: Pengurus KOAPGI

Assalamualaikum WW
Menyikapi pelaksanaan RAT KOAPGI Ke VI Tanggal 25 Maret 2010 di Gedung Serba Guna GMF Cengkareng, sebetulnya pertanyaan akan di sampaikan di dalam acara tersebut akan tetapi waktu yang membatasi, saya mencoba menyampaikan lewat media ini , yang akan saya sampaikan ada beberapa masalah mudah-mudahan menjadi masukan yang baik dan saya yakin hal ini pernah dibahas di disampaikan anggota lain atau pengurus KOAPGI sendiri, masalahnya antara lain:

1. Tentang badan pengawas KOAPGI, para anggota didalam RAT sangat tidak setuju dalam hal pelaporan dari bada pengawas KOAPGI tersebut, yang saya pertanyakan adalah kemana badan Pembina dan Penasehat KOAPGI. Apakah Badan Penasehat dan Badan Pembina juga tidak aktif, seharusnya kedua badan tersebut juga bertanggung jawab terhadap kinerja Badan Pengawas. Apa yang pernah dilakukan oleh kedua badan tersebut, pernahkah menegur atau membina sesuai dengan fungsinya?

2. Tentang menurunnya ke-angotaan KOAPGI, disinyalir menurunnya juga terhadap laba yang didapatkan dengan bukti menurunya SHU yang diterima oleh para Anggota. Untuk menyikapi hal ini, saya telah membaca isi majalah KOAPGI yang beredar saat RAT, disana ditampilkan FORSIBI (Forum Sinergi Bisinis) saya tidak tahu persis apakah peserta dari FORSIBI ini adalah para anggota KOAPGI atau calon pengusaha yang direkomendasikan oleh anggota, disana tidak dijelaskan juga siapa yang telah berhasil.
Saya menitik beratkan terhadap menurunnya ke anggotaan KOAPGI hal ini perlu disikapi dengan serius, walaupun karyawan tersebut sudah pensiun, masih tetap menjadi anggota dengan syarat bahwa pensiunan tersebut terikat oleh kerjasama usaha seperti FORSIBI untuk itu perlu ada beberapa langkah usaha yang dilakukan oleh KOAPGI sebagai pengikat pensiunan tetap menjadi anggota KOAPGI diantaranya :
a. Selama ini karyawan yang akan pensiun akan mendapatkan pendidikan atau training wira usaha, akan tetapi dari beberapa rekan yang mengikuti training tersebut rata-rata tidak mendapatkan apa-apa karena training tersebut hanya dilakukan secara singkat dan tidak diarahkan kepada minat usaha yang dicita-citakan oleh karyawan tersebut ( training paksa). KOPERASI KOAPGI sebagai jembatan dan yang melaksanakan training tersebut, akan tetapi dilakukan lebih awal, mungkin satu tahun sebelum pensiun atau pada masa MPP (masa persiapan pensiun). Hal ini dilakukan secara intensive dan berkelanjutan dan diawasi. Sebagai contoh :
USAHA WARUNG
Banyak para pensiunan mencoba membuka warung di rumah atau di kios, akan tetapi mereka belum tahu cara mengelola warung dengan baik yang akhirnya bangkrut. Sebelum mereka membuka warung dibekali ilmu pengelolaan warung, diberi pinjaman modal, dipraktekan dan diawasi oleh Koperasi sampai mereka benar-benar bisa mandiri. Apabila hal ini dilakukan dengan serius sangat mungkin KOAPGI akan menjadi mitra berkelanjutan dan tidak akan kehilangan anggota. Dan banyak usaha-usaha lain yang akan mendorong karyawan lebih serius mengahadapi masa pensiun dengan harapan yang lebih baik dan lebih sejahtra dimasa pensiun.

b. Pembinaan bagi anggota peminat wira usaha, KOAPGI membuka training sekaligus bimbingan bagi anggota yang berminat wira usaha , dimulai dari wawancara keinginan jenis wira usaha sampai diketahui bahwa minat tersebut sangat serius dijalankan (KOAPGI dengan program khusus menjadi konsultan wira usaha bagi anggota atau keluaraganya)

c. Dengan Program tersebut penurunan keuntungan dan anggota akan dapat dihindari, karena mitra usaha jelas sekaligus menjadi anggota dan mungkin akan lebih besar memberikan keuntungan kepada KOAPGI.

3. Usaha lain yang mungkin dilakukan sesuai dengan Visi dan Misi Koperasi yaitu mensejahterakan anggotanya dan meingkatkan perekonomian masyarakat alinya. Sejalan dengan program pemerintah pada tahun 2014 menjadi SWASEMBADA DAGING SAPI, saya piker KOAPGI bias ikut serta dengan program pemerintah dimana ada pinjaman KUK dan lainnya yang membina beberapa petani disenergikan dengan program pembibnitan dan penggemukan sapi. Bahkan apabila KOAPGI dapat meng import sapi bakalan sebagai titik awal pembinaan masyarakat sangatlah baik, dimana para importir menjual sapi hidup dengan harga yang sangat tinggi tidak sesuai dengan harga daging yang sama-sama di import. Proteksi dari Negara peng export sapi, harga daging local tidak mampu menyaingi harga daging import yang sangat murah. Sehingga para petani ternak tidak dapat berkembang dengan baik, selalu terbentur dengan harga beli sapid an harga jual daging. Program tersebut saat ini sedang di lakukan oleh para peternak sapi nasional FPSI (forum peternak sapi Indonesia), saya sangat berharap demi kehidupan dan perkembangan ekonomi masyarakat juga mensukseskan program pemerintah, KOAPGI dapat berkiprah di program tersebut.
Sebelum saya mengahiri tulisan ini, saya mohon maaf bila tulisan ini kurang dimengerti atau tidak sepaham. Abaikan tulisan ini bila menggangu benak para pegurus, saya hanya mencoba memberikan apa yang ada dibenak saya selama ini, mungkin ide ini pernah dicoba atau disampaikan oleh anggota atau pengurus KOAPGI.
Demikian tulisan ini saya sampaikan, mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan

Wassalamualaikum

Adang Saeful Falah / 522522
Staff Quality Assurance & Improvement
SBU Garuda Cargo


Yth Bpk Adang Saeful Falah

Terima kasih atas usul & saran bapak yang sangat konstruktif bagi kemajuan KOAPGI. Ada beberapa hal yang ingin kami tanggapi:

1. Perihal pengawas bahwa laporan pertanggung jawaban pengawas KOAPGI dalam RAT VIII tahun 2010 DITOLAK sudah dapat kami duga, karenapada faktanya pengawas KOAPGI selama 2 tahun terakhir tidak menjalankan peran fungsinya sebagai pengawas seusai AD/ART yang berlaku.

2. Apabila kita membaca atau menerjemahkan apa yang tertera dalam struktur organisasi KOAPGI,terlihat bahwa penasehat dan Pembina hanya mempunyai garis terputus yang artinya fungsi keduanya bersifat konsultatif/tidak instruktif terhadap pengawas dan pengurus Tapi pengurus selalu menjalin komunikasi dengan beliau-beliau sehingga kemajuan KOAPGI tidak terlepas atas saran – saran dari Anggota, Penasehat dan Pembina.

3. Untuk FORSIBI sedang dirintis dengan langkah awal pada pendidikan dan pelatihan bagi anggota yang titik awal switching mental pemula usaha. Tidak mudah memang melakukan suatu usaha yang menguntungkan karena terkait bukan hanya masalah modal tetapi mental dari calon pengusaha itu sendiri. Orang –orang yang telah sukses di bidang usaha yang menguntugkan anggota akan menjadi model bagi FORSIBI untuk transfer knowledge dan ability kepada anggota lainnya

Sekali lagi terimakasih semoga dapat bergabung & bersinergi di FORSIBI.


Hormat Kami

Pengurus KOAPGI


Administrator

Administrator

KOAPGI - Newie
KOAPGI - Newie
Registered

Posts: 15

Joined Board
Tuesday, 25.November 2008
Last Visit
Wednesday, 16.May 2012
Offline User is Offline

View all users posts


Forum KOAPGI